 |
|
| Last 100 Visitors |
|
| |

| |
|
 |
|
 |
|
| News / Oceanography News |
|
| |
| Potensi Wisata Selam Sumbar Belum Tergarap | | By admin |
| Saturday, May 30, 2009 10:10:00 |
Clicks: 560 |
 |
 |
|
|
Potensi Wisata Selam Sumbar Belum Tergarap
30 Mei 2009 10:10 WIB
PADANG--MI: Meski perairan laut Sumatra Barat (Sumbar) punya potensi untuk wisata selam (diving) alam terbuka karena memiliki sedikitnya 39 titik lokasi penyelaman berkelas dunia, namun belum tergarap secara maksimal.
Buktinya, di Sumbar belum ada biro perjalanan wisata yang fokus menjual paket wisata menyelam, sehingga wisatawan yang berminat kesulitan untuk menikmati jenis wisata bahari ini, kata Pembina Selam Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Bung Hatta, Indrawadi di Padang, Jumat (29/5).
Ia menambahkan, jika sebelumnya ada biro wisata Padang Diving yang menyediakan paket menyelam, namun kini sudah tidak ada lagi biro wisata khusus untuk pencinta wisata ini di Sumbar. Kondisi ini, menurut dia, cukup disayangkan karena jika digarap dengan maksimal, maka potensi wisata selam Sumbar akan bisa meningkatkan arus kunjungan wisatawan ke daerah ini.
Ia menjelaskan, wisata selam di Sumbar memiliki potensi cukup menjanjikan karena memiliki sedikitnya 39 titik lokasi penyelaman berkelas dunia. Kesimpulan itu setelah dilakukan penyelaman pada titik-titik tersebut dan diperbandingkan dengan titik penyelaman kelas dunia yang ada di daerah atau negara lain, kata Indrawadi yang telah melakukan penyelaman di perairan laut Sumbar sejak 1995.
Ia menambahkan, 39 titik itu terebar pada perairan laut di tujuh kabupaten dan kota yang wilayahnya memiliki laut di Sumbar, terutama di Kota Padang dan Kabupaten Pesisir Selatan dan Padang Pariaman. Dari 39 titik itu, ada lima titik yang jaraknya sekitar 10 mil laut dari pesisir pantai Sumbar, atau dengan jarak tempuh sekitar dua jam 30 menit menggunakan kapal bermesin 40 PK.
Lima titik itu, yakni Gosong Laut di perairan Kota Padang berjarak 11 mil dari Pantai Padang yang memiliki keindahan panorama hamparan terumbu karang dan penyelam bisa menyaksikan lalu lintas penyu menuju pulau terpencil untuk bertelur.
Titik kedua, di perairan Pulau Air Kota Padang dimana pada dasar laut terdapat bangkai kapal Belanda yang tenggelam pada masa penjajahan dan kini ditumbuhi terumbu dan bunga karang aneka warna yang indah. Di lokasi itu penyelam juga sering menyaksikan gerombolan hiu tutul ukuran besar yang selama ini ada yang menyerang manusia (penyelam).
Lokasi titik ke tiga di perairan laut Pulau Pieh, Kabupaten Padang Pariaman yang memiliki dinding terjal bawah laut berlapis terumbu karang dengan panorama hampir sama dengan di Taman Nasional Bunaken, Sulawesi Selatan.
Titik ke empat, di perairan laut Pulau Marak Kabupaten Pesisir Selatan yang juga memiliki dinding bawah laut yang terjal dengan hamparan terumbu karang yang alami dan indah.
Sedangkan titik ke lima, di perairan laut Pulau Pandan, Kota Padang yang selain memiliki panorama bawah laut yang indak juga terdapat benteng peninggalan Belanda di Pulau tersebut. (Ant/OL-03)
Sumber: Media Indonesia Online
http://www.mediaindonesia.com/read/2009/05/05/77145
/55/9/Potensi_Wisata_Selam_Sumbar_Belum_Tergarap |
| |
|
| More Oceanography News Berita |
. Temuan Gunung Raksasa Bawah Laut Pecahkan Rekor . Susi Air Antar Anda ke Surganya Tukang Besi . Menyambangi Eloknya Tarian Manta di Arborek . Keberadaan Website Pariwisata Semakin Penting . Menangkap Ikan Jangan Pakai Peledak . 120 Juta Dollar untuk Selamatkan Terumbu Karang . 92 Pulau di Indonesia Terancam Hilang . Pulau Nusaraa 'Icon' Pariwisata Halmahera Selatan . Danau Kelimutu Berubah Warna, Bakal Ada Apa Ya? . Rp 1,3 Miliar untuk Konservasi Sembilan Situs
|
|
|
 |
|
| Forum |
|
| Latest Post |
| Latest Response |
|
|
| Airline Bookings Online |
|
| |

| |
|
| General Aviation News |
|
| |

| |
|
| Conserve Our Oceans |
|
| |

| |
|
 |
|  |