HOME Tourist Guides
 Tourist Information
 General News / Articles
 Information / Updates
 About Us
 Last 100 Visitors
  

  
 Search On This Website
  
  
Indonesian Tourist Guides
 
powered by FreeFind

  
 Login
  
Login:
Pass:
Register?
  
 
Polusi dan Pemanasan Global Matikan Biota Laut
By admin
Thursday, May 07, 2009 23:28:00 Clicks: 401 Send to a friend Print Version
Polusi dan Pemanasan Global Matikan Biota Laut

Kamis, 7 Mei 2009 | 23:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Peneliti pada Museum Nasional Sejarah Alam Smithsonian Institution Washington Amerika, Nancy Knowlton mengatakan wilayah laut yang luas memang berpotensi sebagai penyerap karbon (carbon sink) yang besar. Akan tetapi hal tersebut dapat mengakibatkan rusaknya kehidupan biota laut. Hal tersebut dijelaskan Nancy dalam diskusi tentang keanekaragaman terumbu karang di Komunitas Utan Kayu, Jakarta, Kamis.

Laut memang menyimpan potensi penyerapan karbon besar tetapi dampaknya bisa mengakibatkan kadar air laut menjadi asam (asidifikasi) yang bisa menyebabkan kerusakan biota laut, kata Nancy yang datang ke Indonesia sebagai salah satu peneliti dari Amerika Serikat pada Konferensi Kelautan Dunia (WOC) di Manado.

Kerusakan biota laut seperti karang karena asidifikasi antara lain pemutihan karang (bleaching), osteoporosis terumbu karang dan sedimentasi. Nancy mengatakan kerusakan terumbu karang memang telah berlangsung sejak lama, misalnya sekitar 80 persen terumbu karang di Karibia telah hilang selama 30 tahun sejak 1977.

Dia juga menyebutkan terumbu karang di Indonesia Timur dan Papua Nugini tinggal 68 persen, sedangkan kawasan Indonesia Barat tinggal 29 persen. Kerusakan pada terumbu karang, katanya, bisa merusak simbiosis antara terumbu karang dan alga simbiotik yang terjadi karena suhu air laut meningkat dan kadar mineral tinggi (eutropic).

Ia menjelaskan, kematian massal biota laut juga bisa terjadi apabila suhu air laut meningkat secara mendadak atau meningkat sampai diatas suhu yang bisa ditoleransi oleh biota laut.

Nancy mengatakan peningkatan suhu laut juga mengikuti peningkatan kadar karbondioksida yaitu bila suhu meningkat satu derajat maka kadar CO2 mencapai 375 ppm (part per milion), bila meningkat dua derajat maka kadar CO2 bisa menjadi 450-500 ppm, dan bila meningkat tiga derajat maka kadar CO2 meningkat menjadi di atas 500 ppm.

Usaha konservasi terhadap biota laut termasuk terumbu karang, katanya, bisa berhasil dilakukan apabila memang terkait langsung dengan ekonomi masyarakat di daerah tersebut.

Misalnya dia mencontohkan di Negara Palau, konservasi terumbu karang bisa berhasil karena masyarakat mengandalkan wisata bahari seperti menyelam pada terumbu karang di daerah tersebut.

Nancy juga menyebutkan bahwa nilai ekonomis terumbu karang di dunia seperti dari makanan, perikanan, keanekaragaman dan wisata bahari secara global mencapai 29,8 miliar dolar AS per tahunnya. Sedangkan di Hawai, nilai ekonomis terumbu karang bisa mencapai mencapai 361 juta dolar AS untuk non ekstraktif dan 3 juta dolar AS untuk perikanan pesisir. Sedangkan di Indonesia bisa mencapai 1,6 miliar dolar AS per tahunnya, tambah Nancy.

Dengan kata lain, laut harus diperlakukan bukan sebagai penyelamat perubahan iklim. Sebaliknya, perubahan iklim harus dicegah sesegera mungkin agar kehidupan biota laut yang ada di dalamnya tetap terjaga dan dapat terus dimanfaatkan secara berlanjut dari generasi ke generasi.

WAH
Sumber : Antara

Sumber: Kompas.Com
http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/05/07/
23280012/Polusi.dan.Pemanasan.Global.Matikan.Biota.Laut
 
More Oceanography News Berita
. Temuan Gunung Raksasa Bawah Laut Pecahkan Rekor
. Susi Air Antar Anda ke Surganya Tukang Besi
. Potensi Wisata Selam Sumbar Belum Tergarap
. Menyambangi Eloknya Tarian Manta di Arborek
. Keberadaan Website Pariwisata Semakin Penting
. Menangkap Ikan Jangan Pakai Peledak
. 120 Juta Dollar untuk Selamatkan Terumbu Karang
. 92 Pulau di Indonesia Terancam Hilang
. Pulau Nusaraa 'Icon' Pariwisata Halmahera Selatan
. Danau Kelimutu Berubah Warna, Bakal Ada Apa Ya?
 TOURISM / CULTURE NEWS
New Offices and New Look for Garuda Indonesia
Special Funding to Bolster National Tourism
Thousands Expected to Compete on Bali Roads on August 10, 2009.
Bali Hotel Association Issues Security Statement
Garuda : No Thanks Linus Airways and Star Air
Sanur Village Festival 2009: August 12 – 16, 2009
New Director of Sales & Marketing for Westin, Nusa Dua
Jakarta Bombing: The Sounds of Distant Thunder
EU Lifts Ban on Four Indonesian Airlines
Condotels No Longer the Rage in Hawaii. Is Bali Next?
Who Speaks for Indonesian Tourism?
Is it Time to Rethink Bali's Response to H1N1?
Bali Named World's Best Island, Again
 POLLING
  
Indonesia's Best Diving Locations Are Near:
Sumatra
Kalimantan
Sulawesi
Thousand Islands
Bali / Eastern Islands

View Results
Other Poll

Votes: 110
Comments: 0
 Forum
Latest Post
Latest Response
 Airline Bookings Online
  
Book Your Tickets Online

  
 General Aviation News
  
General Aviation News

  
 Conserve Our Oceans
  
Conserve Our Oceans